Kalau Dunia Ini Seperti Papan catur


Pernahkah kalian membayangkan dunia ini layaknya permainan catur?

Disana berdiri bidak bidak catur, yang mana mewakili peran orang - orang.
Bermacam - macam peran ada disana, ada raja, ster, uskup, kuda, benteng dan pion.

Dan disana ada hitam dan putih,
namun bagiku mereka sama saja hitam maupun putih.
Yang mereka ingin adalah kekuasaan, kemenangan.
apalagi yang mereka ingin? membunuh!
Bagi mereka, selain golongan dari mereka sebaiknya dibunuh saja, atau paling tidak dibungkam.
Pembunuhan bagi mereka adalah suatu jalan menuju kemenangan.

Akankah kalian lihat salah satu dari mereka menang tanpa membunuh?

tak akan!

Kecuali mungkin jika hanya ada satu pengatur dalam permainan catur ini.
yang dengan ketidakadilannya membuat si hitam mengalah dan mengatur agar si putih meraih kemenangan.

Namun bagaimana bisa keadilan ditegakkan jika hanya ada satu pengatur??
maka dari itulah, ada hitam dan putih. Hitam diatur oleh pengatur hitam, putih diatur oleh pengatur putih.

Bidak bidak catur hanyalah alat bagi pengaturnya.
tetapi mereka yang mengambil peran menjadi bidak dari permainan catur ini merasa seolah olah bebas bergerak dan berkuasa.

kuberitahu kalian, mereka sebenarnya terikat!
terikat oleh keinginan si pengatur.

bidak bidak catur ini berharap dapat berkuasa dan memenangkan permainan diatas papan catur ini.
Bidak bidak ini ikut andil untuk golongannya.

Mereka semua berharap tetap hidup dan ikut merasakan kemenangannya.

Raja, ster, dan para petinggi petinggi memiliki peluang besar untuk menikmati kemenangan permainan ini.
namun hanya pion yang menjadi korban permainan ini, memang benar pion telah menjadi korban.
mereka sekarat dan hanya menunggu untuk mati.
Harapanlah yang membuatnya tertipu dan mau menjadi pion.
Mereka diberi harapan bahwa mereka dapat menjadi petinggi juga untuk menggantikan petinggi yang mati,
atau bagi calon pion yang bodoh mereka mau menjadi pion hanya karena dipuji puji sebagai pahlawan.
namun haruskah pahlawan mati untuk orang lain??

Aku tak ingin dunia seperti itu
namun jika dunia hampir seperti itu aku tak ingin menjadi bidak!
Biarkan aku hanya menjadi debu, tanpa menjadi hitam ataupun putih.
biarlah aku terlempar dari papan catur jika memang pemilik papan catur ingin meniupku.
aku tak perlu terlempar oleh pion, atau kuda atau bahkan raja sekalipun.
meski kutahu pasti diantara mereka ada yang menginjakku, setidaknya itu tak membuatku mati.
namun bagi kalian, janganlah ingin menjadi debu juga.
Semakin banyak debu membuat permainan terganggu, itu bisa membuat kesal si pengatur hitam atau putih.
mereka yang bukan pemilik catur pun  bisa saja meniup debu.
Biarkan aku saja yang ingin menjadi debu

Namun apakah masih ada kuasa untuk berkeinginan?
atau keinginan ini hanyalah suatu ilusi bagi para pion sekarat??

By : Iezel
Share: